my gread post

Sunday, January 25, 2015

~ isteri sholehah ~

Assalamualaikum wbt....
Bismillahirrahmanirrahim...

Rasulullah SAW pernah ditanya, "Perempuan manakah yang paling baik?"

Baginda menjawab, "Yaitu perempuan yang dapat membahagiakan suami, menaati perintahnya, serta tidak menentang keputusan suami atas diri dan hartanya yang tidak berkenan di hati suami."
(An Nasa'i dan Baihaqi).

Istri yang cerdas adalah yang dapat memberikan kebahagiaan dan tidak membuang masa-masa bahagia itu percuma. Yaitu apabila ia tetap menjaga cintanya kepada sang suami, dan ia sama sekali tidak menginginkan terjadi pertentangan dalam hubungan pernikahannya.

Menjadi isteri idaman adalah impian dari setiap muslimah. Maka seorang muslimah adalah seorang perempuan yang yakin kepada Allah SWT (atas perlindungan dan kekuasaan-Nya). Kemudian ia berikhtiar melalui sebab-sebabnya, tanpa merasa khawatir terhadap apa pun di kemudian hari.

persoalannya...
mampukah kita menjadi isteri sholehah kesayangan Allah, idaman seorang lelaki? atau kita hanya mampu mngaku dibibir sahaja?

wallahu'alam..ana sendiri pun belum tentu dan mampu mnjawabnya..

tapi insyAllah...Allah itu Maha Mengetahui hati setiap hambaNya yang berusaha menjadi 'yang terbaik'...:-)

ayuh muslimah..sama-sama lah berusaha ke arah itu...!!


-----------------
“muslimah sejati bukan dilihat dari sifat ramahnya dalam berbicara,tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam menutur kata”


al-cinta & at-taubat

Assalamualaikum wbt..


Di Antara Berjuta Cinta
Kehidupan ini rasanya tak pernah dapat dilepaskan dari apa yang dinamakan 'cinta'. Dengannya menjadi semarak dan indah dunia ini. Lihat saja, bagaimana seorang bapak begitu bersemangat dalam beraktivitas mencari nafkah, tak lain karena dorongan cintanya terhadap anak dan isterinya. Seorang yang lain pun begitu semangatnya menumpuk harta kekayaan, karena sebuah dorongan cinta terhadap harta benda, demikian pula mereka yang cinta kepada kedudukan, akan begitu semangat meraih cintanya. Itu semua adalah beberapa contoh dari berjuta cinta yang ada. Meskipun kesan yang banyak dipahami orang tentang cinta, identik dengan apa yang terjadi antara seorang pemudi dan pemuda. Padahal cinta tak hanya sebatas itu saja. Ternyata masalah cinta memang tidak sederhana. Ada cinta yang bernilai agung lagi utama, namun ada pula cinta yang haram dan tercela. Cinta sendiri kalau dilihat menurut islam, maka dapat dikategorikan menjadi tiga bentuk. Kita semestinya tahu tentang model cinta tersebut untuk kemudian mampu memilih mana cinta yang mesti kita lekatkan di hati, mana pula cinta yang mesti kita tinggalkan sejauh-jauhnya.

Cinta kepada Allah
Cinta model ini adalah cinta yang paling utama. Bahkan kata ulama kita, cinta kepada Allah adalah pokok dari iman dan tauhid seorang hamba. Karena memang Allah sajalah satu-satunya dzat yang patut diberikan rasa cinta.Segala cinta, kalau kita buat peringkat maka nyatalah bahwa cinta kepada Allah adalah puncaknya. Ia adalah yang tertinggi, paling agung dan paling bermanfaat. Begitu bermanfaat cinta kepada Allah ini, sehingga tangga-tangga menuju kepadanya pun merupakan hal-hal yang bermanfaat pula. Diantaranya berupa taubat, sabar dan zuhud. Apabila cinta diibaratkan sebuah pohon maka ia pun akan menghasilkan buah-buah yang bermanfaat seperti rasa rindu dan ridha kepada Allah.

Mengapa kita mesti cinta kepada Allah ? banyak sekali alasannnya. Diantaranya adalah karena Allah lah yang memberikan nikmat kepada kita, bahkan segala nikmat. Sedangkan hati seorang hamba tercipta untuk mencinta orang yang memberikan kebaikan kepadanya. Kalau demikian, sungguh sangat pantas apabila seorang hamba cinta kepada Allah, karena Dialah yang memberikan semua kebaikan kepada hamba.

"Dan apa-apa nikmat yang ada pada kalian , maka itu semua dari Allah"
(QS Al Baqarah : 165)

Seorang hamba di setiap pagi dan petang, siang dan malam selalu berdoa, memohon dan meminta pertolongan kepada Allah. Dari doa tersebut kemudian Allah memberikan jawaban, menghindarkan hamba dari bahaya, memenuhi kebutuhan hamba tadi. Keterikatan ini mendorong hati untuk mencinta kepada dzat tempat ia bermohon. Setiap insan pun tak lepas dari dosa dan kesalahan, maka Allah selalu membuka pintu taubat kepada hamba tadi, bahkan Allah tetap memberikan rahmah meski hamba kadang tidak menyayangi dirinya sendiri. Kebaikan-kebaikan yang dibuat hamba, tak ada sesuatu pun yang mampu diharap untuk memberi balasan dan pahala kecuali Allah semata.Terlebih lagi, Allah telah menciptakan hamba, dari sesuatu yang tak ada menjadi ada. Tumbuh, berkembang dengan rizki dari Allah Ta'ala. Maka ini menjadi alasan Kenapa hamba semestinya cinta kepada Allah. Cinta memang menuntut bukti. Tak hanya sekedar ucapan, seperti pepatah orang arab 'semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila namun si Laila tak pernah mengakuinya'. Dan wujud cinta ilahi dibuktikan dengan :
"Katakanlah apabila kalian cinta kepada Allah maka ikutilah saya (Rasulullah) maka Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian" (QS Ali Imran : 31)
Mengikuti sunah nabi dan juga berjihad di jalan Allah Ta'ala.
Cinta karena Allah / cinta di jalan Allah
Cinta karena Allah tentu saja mengikuti cinta yang pertama. Seperti dalam kehidupan, ketika kita cinta kepada seseorang maka apa yang dicintai oleh orang yang kita cinta pun kita sukai pula. Cinta karena Allah adalah cinta kepada 'person' yang dicinta Allah seperti para nabi, rasul para sahabat nabi dan orang-orang shalih. Cinta karena Allah jua berujud cinta kepada perbuatan shalih seperti shalat, puasa zakat, berbakti kepada orang tua, memuliakan tetangga, berakhlaq mulia, menuntut ilmu syar'i dan segala perbuatan baik yang lain. Dengan demikian, ketika seoarng muslim mencinta seseorang atau perbuatan maka ia punya sebuah barometer "apakah hadir pada perbuatan maupun orang tadi hal yang dicinta Allah". Bagaimana kita tahu kalau suatu perbuatan dicinta Allah? Jawabnya adalah, apabila Allah perintahkan atau diperintahkan Rasulullah berupa hal yang wajib maupun yang sunnah(mustahab).
Cinta yang disyariatkan diantaranya adalah cinta kepada saudara seiman ."Tidak beriman salah seorang diantara kalian sampai mencintai saudaranya sesama muslim sebagaimana mencintai dirinya sendiri" (hari Bukhari dan Muslim) .Cinta ini bermanfaat bagi pelakunya sehingga mereka layak mendapatkan perlindungan Allah di hari tiada perlindungan kecuali perlindungan Allah saja.

Cinta bersama Allah .Kecintaan ketiga ini adalah cinta yang terlarang. Cinta bersama Allah berarti mencintai sesuatu selain Allah bersama kecintaan kepada Allah. Membagi cinta, adalah model cinta yang ketiga ini. Kecintaan ini hanyalah milik orang-orang musyrik yang mencintai sesembahan-sesembahan mereka bersama cinta kepada Allah. Seperti firman Allah:
"Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan, yang mereka mencintai tandingan tadi sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat besar cinta mereka kepada Allah " (QS Al Baqarah : 165)

Kecintaan ini bisa ditujukan kepada pohon, berhala, bintang, matahari, patung , malaikat, rasul dan para wali apabila kesemuanya dijadikan sesembahan selain Allah. Terus bagaimana cinta kita kepada anak, harta, pakaian, nikah dan kepada hal yang berhubungan dunia ? Cinta yang seperti ini adalah cinta yang disebut sebagai "cinta thabi'i" cinta yang sesuai dengan tabiat artinya wajar-wajar saja. Apabila mengikuti kecintaan kepada Allah, mendorong kepada ketaatan maka ia bermuatan ibadah. Sebaliknya bila mendorong kepada kemaksiatan maka ia adalah cinta yang tercela dan terlarang.


TAUBAT

"Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, hai orang-orang yang beriman
supaya kamu beruntung." (QS An-Nur : 31 )
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang
semurni-murninya". (QS At-Tahrim : 8)
"Dan sesungguhnya saya Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih, kemudian tetap di jalan yang benar". (QS Thaha : 82)
"Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak punya dosa".
Oleh karena itu barang siapa melakukan suatu maksiat, haruslah ia segera bertaubat , menyesali perbuatannya, mawas diri dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut karena mengagungkan Allah Ta'ala dan ikhlas karena-Nya serta takut kepada siksa-Nya dan Allah akan mengampuni orang-orang yang bertaubat. Maka barangsiapa bersungguh-sungguh menghadap kepada Allah 'Azza wa Jalla, menyesali atas apa yang telah dilakukan, dan bertekad kuat untuk tidak kembali pada perbuatan tersebut serta meninggalkan maksiat karena mengagungkan Allah dan karena takut kepada -Nya maka Allah akan memberikan taubat kepadanya dan mengampuni dosa-dosanya yang lalu dengan karunia dan kebaikan-Nya, akan tetapi jika maksiat tersebut berkenaan dengan orang lain maka taubatnya itu harus diikuti dengan mengembalikan hak orang tersebut atau minta kerelaan orang yang didloliminya untuk membebaskannya dari mengembalikan hak tersebut atau memaafkannya, dengan mengatakan kepada orang tersebut : maafkan saya, atau bebaskan saya dari hak kamu dll. atau dengan mengembalikan haknya kepadanya berdasarkan hadits yang telah saudara sebutkan dalam pertanyaan :
"Barang siapa melakukan aniaya terhadap saudaranya, maka hendaklah ia minta dihalalkan sekarang sebelum terjadi hari tidak berlakunya dinar atau dirham( hari pembalasan ), maka jika orang yang aniaya itu mempunyai amal shalih, maka akan diambil dari kebaikannya itu sebanyak aniayanya terhadap saudaranya dan jika ia tidak mempunyai kebaikan, maka akan diambil kejahatan saudaranya yang dianiaya kemudian dibebani kepadanya" (hari.Bukhari)

Oleh karena itu wajib bagi setiap mu'min untuk selalu berusaha agar terbebas dan selamat dari hak saudaranya, dengan mengembalikan hak tersebut atau minta untuk dihalalkan, jika hak tersebut berupa kehormatan, maka hendaklah ia minta dihalalkan jika bisa, jika tidak bisa atau takut menimbulkan hal yang lebih berbahaya seperti jika ia memberitahukan (bahwa dia telah menceritakan aibnya) dia akan membunuhnya atau lainnya, maka cukuplah ia minta ampunan kepada Allah untuk saudaranya itu dan mendo'akannya serta menceritakan kebaikannya yang diketahuinya sebagai ganti dari apa yang telah dia ceritakan tentang aibnya di tempat-tempat ia menceritakan aibnya itu. Wallahu a'lam.
Pintu taubat senantiasa terbuka sampai terbitnya matahari dari barat, maka bagi setiap kafir dan orang yang bermaksiat untuk bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha. Taubat yang demikian dilakukan dengan menyesali perbuatan maksiat yang sebelumnya dan meninggalkan perbuatan tersebut, dan meninggalkannya karena takut dan mengagungkan Allah. Serta berazam(berjanji dengan sungguh-sungguh) untuk tidak mengulangi lagi. barangsiapa yang bertaubat dengan taubat yang demikian maka Allah akan menghapuskan dosanya yang lalu seperti firman Allah ta'ala
"Dan bertaubatlah kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung." (QS An Nur : 31)
"Dan sesungguhnya saya Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat dan beramal shalih kemudian tetap di jalan yang benar." (QS Thoha : 82)
Dan Nabi bersabda :
"Islam menghancurkan apa-apa yang ada sebelumnya, dan taubat menghancurkan apa-apa yang sebelumnya"
Dan dari kesempurnaan taubat yang berkaitan dengan hak muslim yang lain adalah mengembalikan hak orang yang didhalimi, atau meminta dihalalkan dari orang yang didhalimi, sebagaimana sabda nabi :

"Barangsiapa yang pernah berlaku dhalim terhadap saudaranya maka hendaknya ia minta dihalalkan sekarang, sebelum datangnya hari yang tidak berlaku dinar dan dirham, jika ada padanya amalan shalih maka diambil amalan kebaikannya sesuai kedhaliman yang ia lakukan, apabila tidak ada amalan kebaikan padanya, maka akan diambil kejelekan saudaranya dan diberikan padanya. (hari Bukhari)
Apa hukum memastikan seseorang itu akan masuk surga atau neraka ?
(Oleh : Syaikh Al Munajid)
Kaidah dalam Manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah bahwa kesaksian bahwa seseorang itu akan masuk surga atau nereka merupakan perkara akidah, yang harus didasarkan kepada dalil-dalil kitab maupun sunnah, tidak boleh hanya berdasarkan akal saja. Apabila syara' -yaitu Al-Kitab dan As Sunah- telah memastikan masuknya seseorang ke dalam surga atau neraka, maka kita wajib memastikannya pula. Karena itu kita berharap agar perbuatan baik akan mendapatkan surga, dan mengkhawatirkan perbuatan jahat akan mendapat neraka. Dan hanya Allah lah yang tahu akhir segala sesuatu. Persaksian tentang masuknya seseorang ke dalam surga atau neraka terbagi menjadi dua :

PERTAMA: Persaksian secara umum. Persaksian ini berhubungan dengan kriteria tertentu, seperti mengucapkan, "Barangsiapa berbuat syirik besar, maka ia telah kafir dan telah keluar dari agama, dan akan masuk neraka." Seperti pula ucapan, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan keimanan dan pengharapan pahalanya, niscaya akan diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lampau. " "Haji mabrur tidak ada pahala lain kecuali surga." Demikian seterusnya, dan hal-hal semacam ini banyak kita dapati di dalam Al-Qur'an maupun Al-Hadits.

Apabila ditanya: "Apakah orang yang berdoa kepada selain Allah dan memohon pertolongan kepadanya, dia akan masuk surga atau neraka ? Maka kita jawab, "Dia telah kafir dan akan masuk neraka, jika telah jelas buklti-bukti bahwa ia melakukannya, dan meninggal dalam keadaan masih demikian."

Jika ditanya, "Bila seseorang melaksanakan haji, tidak berbuat kekejian, tidak mengucapkan ucapan-ucapan yang kotor, kemudian ia meninggal setelah haji, kemana ia akan dimasukkan ?" Jawabnya, "Ia akan masuk surga."

Atau persaksian seperti "Barangsiapa yang akhir ucapannya adalah kalimat tauhid (lah ilaaha illallaaah) maka ia akan masuk surga." Demikian seterusnya. Persaksian jenis ini bukan untuk perseorangan, tapi untuk kriteria.

KEDUA: Persaksian untuk orang tertentu atau perseorangan. Memastikan orang tertentu atau nama seseorang bahwa ia akan masuk surga atau neraka, hukumnya tidak boleh, kecuali bagi orang yang telah diberitahu oleh Allah ta'ala, atau rasulnya, bahwasanya seseorang tertentu itu masuk surga atau neraka.

Barangsiapa Allah dan Rasul-Nya telah bersaksi bahwa ia merupakan ahli surga, maka ia betul-betul merupakan ahli surga, seperti sepuluh orang yang diberi kabar gembira akan masuk surga (Al-Asyratul Mubasysyaruna bil Jannah), yang utamanya adalah empat khulafur rasyidin, yaitu Abu BakarAsh Shiddiq, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhum.

Barangsiapa yang syara' telah bersaksi tentang masuknya ia dalam neraka, maka ia merupakan ahli neraka, seperti Abu Lahab dan istrinya, Abu Thalib, Amr bin Luhay dan sebagainya. Kita memohon kepada Allah ta'ala agar menjadikan kita sebagai ahli surga.
Yang Mengeluarkan Seseorang Dari Islam
Allah telah mewajibkan bagi seluruh hambanya untuk masuk ke dalam Islam dan berpegang teguh dengan ajaran-Nya dan menjauhi segala sesuatu yang menyimpang darinya. Ia juga telah mengutus Muhammad untuk berdakwah terhadap hal tersebut, dan juga telah mengabarkan bahwa barang siapa yang mengikutinya maka dia telah mendapatkan hidayah, namun barang siapa yang menolak dakwahnya maka ia telah tersesat. Dan Allah telah memperingatkan dalam banyak ayat-ayat Al-qur'an tentang hal-hal yang menyebabkan segala jenis kesyirikan, kemurtadan dan kekafiran.

Para ulama telah menerangkan dan membahas hukum seorang muslim yang murtad dari agamanya dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab yang membatalkan keislamannya, yang menyebabkan darah dan hartanya menjadi halal dan Ia dinyatakan keluar dari Islam. Namun yang lebih berbahaya dan sering terjadi adalah 10 hal yang dapat membatalkan keislaman yang disebutkan oleh Syeik Muhammad Bin Abdul Wahab serta ulama lainnya. Dan saya akan menjelaskan secara singkat akan hal ini, agar kita berhati-hati dan mengingatkan orang lain dengn harapan agar kita selamat dari hal-hal tersebut.

Syirik dalam beribadah kepada Allah. Firman Allah,
"sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang di kehendaki-Nya." (an Nisa': 116).

"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan padanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seseorang penolongpun." (Al Maidah: 72).
Termasuk dalam poin ini adalah berdo'a kepada orang yang sudah mati dan minta bantuan kepada mereka atau bernadzar dan berkurban untuk mereka.

Menjadikan sesuatu sebagai perantara dengan Allah dimana seseorang berdo'a dan meminta syafaat serta bertawakal kepada sesuatu tersebut, orang yang berbuat hal seperti ini telah kafir secara ijma'.
Siapa yang tidak mengafirkan orang-orang musrik atau meragukan kekafiran mereka atau membenarkan ajaran mereka. Maka orang yang berkeyakinan seperti ini juga telah kafir.
Siapa yang meyakini bahwa petunjuk selain Rasulullah saw lebih sempurna dari petunjuk beliau, atau meyakini bahwa hukum selain hukum beliau lebih baik dari selain hukumnya, seperti orang-orang yang lebih mengutamakan hukum thagut dari hukum Allah, maka orang yang berkeyakinan seperti ini juga telah kafir.
Siapa yang membenci sebagian dari ajaran Rasulullah, meskipun ia tetap mengamalkannya, maka ia telah kafir. Berdasarkan firman Allah,"Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Qur'an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka."

Siapa yang memperolok-olok salah satu ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw. Atau memperolok-olok pahala dan siksaan yang diperoleh maka ia juga kafir. Dan dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah firman Allah, "Katakanlah wahai (Muhammad), 'Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok?' tidak usah kalian minta ma'af, karena kalian kafir sesudah beriman." (At Taubah: 65-66)

Perbuatan sihir dengan segala bentuknya. Maka barang siapa yang melakukan perbuatan ini dan meridhainya, maka ia telah kafir. Sebagaimana firman Allah,
"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan syihir). Mereka mengajarkan syihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan, 'Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kalian kafir'. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudlarat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudlarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnyaa mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah keuntungan baginya diakhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui." (Al Baqoroh: 102)

Mendukung dan membantu orang-orang musrik untuk mencelakakan kaum muslimin. Hal ini dilandasi oleh firman Allah, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (kalian), sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa diantara kalian mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim."
(Al Maidah: 51)

Orang yang meyakini bahwa ada golongan manusia tertentu yang dibolehkan keluar dari syari'ah Muhammad. Maka orang yang meyakini hal ini telah kafir, berdasarkan firman Allah,
"Di antara ahli kitab ada orang yang jika kalian mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepada kalian dan diantara mereka ada orang yang jika kalian mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepada kalian, kecuali jika kalian selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan, 'tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi.' Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui." (Al Imran: 75)

Berpaling dari agama Allah dengan wujud tidak mempelajarinya dan tidak mengamalkannya. Didasarkan pada firman Allah, "Dan siapakah yang lebih zhalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat tuhan-Nya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa." (As Sajdah: 32).

Dan tidak ada perbedaan antara pelaku-pelaku sepuluh hal tersebut diatas, baik ia dalam keadaan main-main, bersungguh-sungguh, atau karena takut ketika melakukannya -kecuali orang yang dipaksa untuk melakukannya-. Semuanya adalah bahaya yang sangat besar dan sangat sering terjadi. Maka hendaknya setiap muslim dapat menghindarinya dan selalu menghawatirkan dirinya dari hal-hal tersebut. Kita kemudian berlindung kepada Allah dari segala sesuatu yang dapat mendatangkan kemurkaan dan adzabnya yang sangat pedih. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah atas manusia terbaik, Muhammad serta atas para kerabat dan sahabatnya.

10 RAMUAN UBAT PENCUCI DOSA

Assalamualaikum wbt..



miftahul_jannah menulis "10 RAMUAN UBAT PENCUCI DOSA

Hassan Basri telah bercerita bahawa suatu hari dia bersama seorang pemuda ahli ibadah berkeliling melalui jalan-jalan kecil dan beberapa pekan di negeri Basrah.

Tiba-tiba ia bertemu dengan seorang tabib yang sedang duduk diatas sebuah kerusi, di hadapannya ada beberapa orang lelaki, perempuan, dan kanak-kanak yang sedang memegang botol berisi air di tangan mereka. Setiap orang meminta tabib itu menyebutkan ramuan ubat bagi penyakit masing-masing.

Hasan Basri mara ke depan tabib itu dan berkata: Tuan tabib! Adakah tuan mempunyai ubat yang boleh mencuci dosa, serta menyembuhkan penyakit hati?".

Berkata Tabib itu: "Ya, saya ada". Lalu pemuda itu berkata: "Berilah pada saya".

Berkata Tabib itu: "Ambillah dari saya sebagai ramuannya sebanyak 10 perkara iaitu:

1.    Ambil oleh mu akar kayu fakir dan akar kayu tawaduk
2.    Campurkan dengan pencuci kotoran perut bernama taubat.
3.    Lalu masukkan semua ke dalam lesung redha
4.    Giling sampai halus dengan pengetam Qana'ah.
5.    Kemudian masukkan ke dalam periuk taqwa
6.    Tuangkan ke dalamnya air hayak (malu).
7.    Lalu didihkan dengan api mahabbah (cinta).
8.    Selepas itu pindahkan dia ke dalam mangkuk syukur
9.    Kipaskan dengan kipas angin rajak (harapan).
10.    Kemudian minumlah dia dengan sudu pujian.


Jika engkau perbuat semua itu, maka dia bermanfaat bagimu, untuk melindungi dirimu dari semua penyakit serta bala di dunia dan di akhirat".


"Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada
kesesatan setelah engkau beri petunjuk kepada kami." (Ali Imran :
250)

Menghias hati dengan menangis


Assalamualaikum wbt..

 Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, nescaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (hari. Bukhari dan Muslim) Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt.

Menyedari bahwa dosa diri tak akan terpikul di pundak orang lain
Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An’am ayat 164. “…Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.”

Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi.

Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersadar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan.

Menyedari bahwa diri teramat hina di hadapan Yang Maha Agung
Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih. Itu pun karena jasa baik orang lain.

Apa yang kita dapatkan pun tak lebih dari anugerah Allah yang tersalur lewat lingkungan. Kita pandai karena orang tua menyekolah kita. Seperi itulah sunnatullah yang menjadi kelaziman bagi setiap orang tua. Kekayaan yang kita peroleh bisa berasal dari warisan orang tua atau karena berkah lingkungan yang lagi-lagi Allah titipkan buat kita. Kita begitu faqir di hadapan Allah swt.

Seperti itulah Allah nyatakan dalam surah Faathir ayat 15 sampai 17, “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.”

Menyedari bahwa surga tak akan termasuki hanya dengan amal yang sedikit
Mungkin, pernah terangan-angan dalam benak kita bahwa sudah menjadi kemestian kalau Allah swt. akan memasukkan kita kedalam surga. Pikiran itu mengalir lantaran merasa diri telah begitu banyak beramal. Siang malam, tak henti-hentinya kita menunaikan ibadah. “Pasti, pasti saya akan masuk surga,” begitulah keyakinan diri itu muncul karena melihat amal diri sudah lebih dari cukup.

Namun, ketika perbandingan nilai dilayangkan jauh ke generasi sahabat Rasul, kita akan melihat pemandangan lain. Bahwa, para generasi sekaliber sahabat pun tidak pernah aman kalau mereka pasti masuk surga. Dan seperti itulah dasar pijakan mereka ketika ada order-order baru yang diperintahkan Rasulullah.

Begitulah ketika turun perintah hijrah. Mereka menatap segala bayang-bayang suram soal sanak keluarga yang ditinggal, harta yang pasti akan disita, dengan satu harapan: Allah pasti akan memberikan balasan yang terbaik. Dan itu adalah pilihan yang tak boleh disia-siakan. Begitu pun ketika secara tidak disengaja, Allah mempertemukan mereka dengan pasukan yang tiga kali lebih banyak dalam daerah yang bernama Badar. Dan taruhan saat itu bukan hal sepele: nyawa. Lagi-lagi, semua itu mereka tempuh demi menyongsong investasi besar, meraih surga.

Begitulah Allah menggambarkan mereka dalam surah Albaqarah ayat 214. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”


Menyedari bahwa azab Allah teramat pedih
Apa yang bisa kita bayangkan ketika suatu ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: surga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia.

“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. 80: 34-37)

Mulailah bayang-bayang pedihnya siksa neraka tergambar jelas. Kematian di dunia cuma sekali. Sementara, di neraka orang tidak pernah mati. Selamanya merasakan pedihnya siksa. Terus, dan selamanya.

Seperti apa siksa neraka, Rasulullah saw. pernah menggambarkan sebuah contoh siksa yang paling ringan. “Sesungguhnya seringan-ringan siksa penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu, padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi penghuni neraka.” (hari. Bukhari dan Muslim)

Belum saatnyakah kita menangis di hadapan Allah. Atau jangan-jangan, hati kita sudah teramat keras untuk tersentuh dengan kekuasaan Allah yang teramat jelas di hadapan kita. Imam Ghazali pernah memberi nasihat, jika seorang hamba Allah tidak lagi mudah menangis karena takut dengan kekuasaan Allah, justru menangislah karena ketidakmampuan itu.


10 HINGGA 100 KEBAIKAN BAGI SETIAP HURUF AYAT SUCI

Assalamualaikum wbt..


SETIAP pembaca, pendengar dan orang yang menghadiri majlis al-Quran, pasti akan dicatatkan beberapa kelebihan serta kurniaan pahala daripada Allah berdasarkan keikhlasan masing-masing.

Membaca ayat al-Quran sama ada secara bertadarus atau melalui perujian dalam sesuatu pertandingan sebenarnya memberikan pelbagai kelebihan bukan saja kepada pembaca, malah sesiapa yang mendengar dan menghadiri majlis itu.

Bagi pembaca, kelebihan yang ditawarkan ini cukup banyak. Dalam hal ini, Saidina Ali pernah berkata: "Sesiapa yang membaca al-Quran sedang dia mengekalkan solat, maka baginya atas setiap huruf yang dibaca itu sebanyak 100 kebajikan, sesiapa yang membacanya sedang dia duduk lepas solat baginya atas setiap huruf yang dibaca 50 kebajikan.

"Sesiapa yang membaca, sedang dia berada di luar solat tetapi dalam keadaan berwuduk bagi setiap huruf yang dibaca 25 kebajikan. Sesiapa yang membacanya sedang dia belum berwuduk baginya atas setiap huruf yang dibaca itu 10 kebajikan."

Allah berfirman bermaksud: "Sesungguhnya Kami telah turunkan sebaik-baik pembicaraan iaitu sebuah kitab al-Quran yang semua isinya kerap kali sama serta berulang-ulang begitu pun menjadi seram serta naiklah bulu roma bagi mereka yang membacanya, lalu kemudian akan lembut pula hati mereka untuk mengingati aku." (Surah az-Zumar, ayat 23).

Sahabat Rasulullah SAW, Hazrat Ibni Usman menyatakan bahawa dia pernah mendengar Rasulullah bersabda bermaksud: "Muslim yang terbaik antara kamu ialah mereka yang mempelajari al-Quran, lalu mereka mengajarkannya pula kepada orang lain."

Pada suatu hari ketika Rasulullah sampai kepada kumpulan beberapa orang yang sedang berbual-bual kosong, lalu seorang daripada mereka mencadangkan supaya daripada membuang waktu sedemikian, lebih baik ke pasar Bhutan sekurang-kurangnya melihat atau memilih-milih unta betina yang baik.

Lalu Nabi Muhammad mencelah dengan sabdanya: "Pergi ke masjid dan membaca dua potong daripada ayat al-Quran adalah lebih berharga daripada dua unta betina, pergi ke masjid dan membaca tiga potong daripada ayat al-Quran adalah lebih baik daripada tiga unta betina, demikian juga pergi ke masjid dengan membaca empat potong daripada ayat al-Quran pun adalah lebih afdal daripada empat unta betina atau beberapa lagi unta lain."

Hadis riwayat daripada Abu Hurairah pula menyebut: "Ada pun rumah dimana al-Quran sering dibacakan, nescaya ahli keluarganya akan bertambah kelebihan serta rahmat akan berganda, malaikat akan mengerumuninya, sementara syaitan akan lari meninggalkannya, sebaliknya rumah di mana tiada dalamnya alunan bacaan al-Quran akan sering menjadi tegang serta hilang keberkatan, malaikat akan menyisihkan dirinya, manakala gerombolan syaitan akan berlindung di dalamnya."

Sesiapa yang mendengar ayat suci al-Quran, di samping memahami dan menghayati kandungannya pula adalah mereka yang menggunakan nikmat Allah iaitu pendengaran untuk perkara kebaikan.

Pada akhirat, setiap anggota manusia akan dipersoalkan oleh Allah iaitu untuk apa dan bagaimanakah ia digunakan.

Firman Allah yang bermaksud : "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati akan dipersoalkan oleh Allah." (Surah al-Isra, ayat 36)

Maknanya, Islam amat menitikberatkan penganutnya supaya sentiasa melakukan kebaikan agar mereka tergolong di kalangan yang beriman dan beramal soleh.

Untuk menjadi orang beriman dan beramal soleh, maka tentu seseorang itu perlu menuntut ilmu yang antara lainnya boleh diperoleh daripada majlis tilawah al-Quran.

Majlis ini sama juga dengan majlis ilmu kerana pada majlis itu, hadirin bukan saja dapat mendengar kemerduan ayat suci al-Quran, malah dapat menghayati maksud dan pengajaran di sebalik ayat itu.

Tuntutan menghadiri majlis ilmu ini sejajar sunnah Rasulullah untuk amalan umatnya. Rasulullah pernah bersabda bermaksud: "Jadilah kamu orang yang berilmu atau orang yang belajar dan orang yang mendengar. Jangan kamu menjadi golongan yang keempat (bukan daripada tiga golongan), maka hendaklah kamu tinggalkan."

Abdullah bin Amru pernah menceritakan bahawa Rasulullah melalui dua majlis dalam masjid.

Satu majlis menjalankan kegiatan zikir dan satu lagi pengajian ilmu. Maka, Rasulullah memilih untuk duduk bersama majlis ilmu walaupun kedua-dua majlis itu baik.
Apabila bertembung dengan dua majlis, maka Rasulullah akan memilih majlis ilmu kerana ia lebih besar faedahnya kepada individu dan masyarakat.

Adakah anda bersyukur?

Assalamualaikum wbt.. 


"Lafaz pujian nikmat kehidupan perlu disertai kesedaran di dalam hati

SUDAH menjadi lumrah ciptaan Allah, setiap manusia dijadikan tidak akan terlepas daripada menerima ujian walau pada saat mana sekali pun tanpa mengira tempat. Bentuk ujian diberi Allah ternyata berbeza di antara satu sama lain.

Ada manusia diuji dengan musibah dan kesusahan seperti rakan kita yang dilanda tsunami dan ancaman gunung berapi. Pada masa sama, ada di kalangan kita yang diuji dengan kemewahan dan hidup bersenang-lenang.

Kedua-dua bentuk ujian ini menuntut manusia untuk bersabar dan bersyukur. Sekiranya manusia ingkar untuk bersabar dan bersyukur, Allah mencabar golongan ini melalui sebuah Hadis Qudsi yang bermaksud: “Sekiranya Aku menguji kamu dengan kesusahan, kamu tidak mahu bersabar, dan sekiranya Aku menguji kamu dengan kenikmatan, kamu tidak mahu bersyukur, maka keluarlah kamu dari bumi dan langit Allah ini dan pergilah kamu mencari tuhan yang lain.”

Pada hakikatnya, apa saja pergolakan dan perubahan berlaku dalam hidup manusia ini tidak akan terlepas daripada dua bentuk ujian iaitu kesusahan dan kenikmatan. Sekali pandang, antara kedua-dua bentuk ujian ini, kita melihat bersabar itu lebih menuntut pengorbanan jika dibandingkan dengan bersyukur. Lazimnya manusia yang ditimpa musibah akan melalui kesusahan, keresahan, tekanan, penderitaan emosi dan jiwa bergelora. Sementara, bersyukur itu nampaknya mudah untuk dilaksanakan berbanding dengan bersabar kerana lazimnya manusia yang dilimpahi dengan kenikmatan dan kesenangan tidak mengalami tekanan dan penderitaan.

Apabila kita menyelak helaian al-Quran, ternyata andaian kita kurang tepat kerana Allah berfirman di dalam surah As-sabar’ ayat 13 yang bermaksud: “Hanya sedikit dari kalangan hamba Ku yang bersyukur”. Kenyataan Allah ini sebenarnya memberi jawapan kepada kita bahawa bersyukur itu lebih sukar dibandingkan dengan bersabar.

Bersyukur bukan semudah melafazkan ‘Alhamdulillah’ tetapi, setiap manusia yang dilimpahi nikmat bertanggungjawab untuk merealisasikan kesyukuran itu dalam semua aspek kehidupan yang meliputi setiap sendi anggota tubuhnya. Selain lidahnya tidak putus-putus melafazkan kalimah ‘Alhamdulillah’, hatinya juga perlu memperakui bahawa segala nikmat diterima itu adalah daripada Allah dan Allah boleh menarik balik nikmat itu pada bila-bila masa saja tanpa sebarang amaran.

Tanpa kesedaran hati, lafaz dilakukan oleh lidah itu tidak memberi kesan apa-apa, bahkan ‘seolah-olah’ mempersendakan nikmat yang diterima itu. rasa bersyukur itu tidak terhenti setakat pengakuan lidah dan hati saja bahkan seluruh kekuatan fizikal dan material yang ada perlu dibuktikan agar kesyukuran itu benar-benar terjelma.

Allah memberi kekayaan material, maka manusia perlu mensyukurinya dengan berbelanja pada jalan yang diredai Allah di samping membantu golongan lain yang tidak bernasib baik. Allah mengurniakan kesihatan dan kekuatan fizikal, maka ia perlu dijelmakan dengan pelaksanaan ibadat fizikal di samping mengorbankan tenaga yang ada untuk jalan kebaktian.

Tahap kesyukuran ini perlu dilalui setiap manusia yang menerima kurniaan daripada Allah, tanpa menyandarkan segala kesenangan, kemewahan, kesihatan dan sebagainya itu sebagai milik dan usaha sendiri. Justeru, pentingnya manusia memahami betapa sukarnya untuk bersyukur ini, maka Allah berfirman dalam surah Ibrahim ayat 7 yang bermaksud: “Sekiranya kamu bersyukur di atas segala nikmat yang telah Aku kurniakan, nescaya Aku akan menambah lagi nikmat Ku itu. Sebaliknya andai kata engkau kufur terhadap nikmat Ku, ingatlah sesungguhnya seksaan Ku teramatlah pedih.”

Sekiranya kita meninjau tuntutan untuk melaksanakan sabar itu, tidaklah sehebat tuntutan yang diperlukan ketika bersyukur. Lazimnya manusia yang ditimpa musibah memilih bersabar kerana mereka tidak mempunyai banyak pilihan sama ada untuk pasrah dan bersabar di atas ketentuan Allah yang menimpa mereka atau mencabar keadilan Allah. Selagi manusia mempunyai iman di dalam hati, tidak mungkin mereka menafikan keadilan Allah yang memberi musibah dan kesusahan kepada mereka.

Ternyata untuk melaksanakan syukur tidak semudah yang disangka, dan untuk melaksanakan sabar tidak sepayah yang diduga. Selagi manusia memilih untuk taat pada perintah Allah, mereka pasti mampu untuk mengimbangi tuntutan syukur dan sabar ini di dalam diri mereka.

40 Nasihat Dari Saiyidina Ali

Assalamualaikkum wbt,, 


"Berikut adalah 40 nasihat Saiyidina Ali .a sebagaimana yang terdapatdi dalam kitab Nahjul Balagh dan Al-Bayan Wattabyeen .a.

1. Pendapat seorang tua adalah lebih baik daripada tenaga seorang muda

2.Menyokong kesalahan adalah menindaskebenaran

3.Kebesaran seseorang itu bergantung dengan qalbunya yang mana adalah sekeping daging

3.Kebesaran seseorang itu bergantung dengan qalbunya yang mana adalah sekeping daging

4.Mereka yang bersifat pertengahan dalam semua hal tidak akan menjadi miskin

5.Jagailah ibubapa kamu,nescaya anak2mu akan menjagai kamu

6.Bakhil terhadap apa yang ditangan adalah tidak mempunyai kepecayaan terhadap Allah

7.Kekayaan seorang bakhil akan turun kepada ahli warisnya atau ke angin.Tidak ada yang terpencil dari seorang yang bakhil

8.Seorang arif adalah lebih baik daripada arif. Seorang jahat adalah lebih jahat daripada kejahatan

9.Ilmu adalah lebih baikdaripada kekayaan kerana kekayaan harus dijagai ,sedangakn ilmu menjaga kamu

10.Jagalah harta bendamu dengan mengeluarkan zakat dan angkatkan kesusahan mu dengan mendirikan sembahyang

11. Sifat menahan kemarahan adalah lebih mulia daripada membalas dendam

12.Mengajar adalah belajar

13.Berkhairatlah mengikut kemampuan mu dan janganlah kamu jadikan keluargamu hina dan miskin

14.Insan terbahagi kepada 3 :

     1.mereka yang mengenal Allah
     2.mereka yang mencari kebenaran
     3.mereka yang tidak berpengetahuan dan tidak mencari kebenaran.Golongan yang
        terakhir inilah yang paling rendah dan tak baik sekali dan mereka akan ikut
     sebarang ketua dengan buta seperti kambing

15.Insan tak akan melihat kesalahan seorang yang bersifat tawadhu' dan lemah

16.Janganlah kamu takut kepada sesiapa melainkan dosamu terhadap Allah

17.Mereka yang mencari kesilapan dirinya sendiri adalah selamat dari mencari kesilapan orang lain

18.Harga diri seseorang itu adalah berdasarkan apa yang ia lakukan untuk memperbaiki dirinya

19.Manusia sebenarnya sedang tidur tetapi akan bangun bila ia mati

20.Jika kamu mempunyai sepenuh keyakinan akan Al-Haq dan kebenaran,nescaya keyakinanmu tetap tidak akan berubah walaupun terbuka rahsia2 kebenaran itu.

21.Allah merahmati mereka yang kenal akan dirinya dan tidak melampauibatas

22.Sifat seseorang tersembunyi disebalik lidahnya

23.Seorang yang membantu adalah sayapnya seorang yang meminta

24.Insan tidur di atas kematian anaknya tetapi tidak tidur di atas kehilangan hartanya

25.Barangsiapa yang mencari apa yang tidak mengenainya nescaya hilang apa yang mengenainya

26.Mereka yang mendengar orang yang mengumpat terdiri daripada golongan mereka yang mengumpat

27.Kegelisahan adalah lebih sukar dari kesabaran

28.Seorang yang hamba kepada syahwatnya adalah seorang yang lebih hina daripada seorang hamba kepada hamba

29.Orang yang dengki marah kepada orang tidak berdosa

30.Putus harapan adalah satu kebebasan , mengharap (kepada manusia) adalah suatu kehambaan

31.Sangkaan seorang yang berakal adalah suatu ramalan

32.Seorang akan mendapat tauladan di atas apa yang dilihat

33.Taat kepada perempuan(selain ibu) adalah kejahilan yang paling besar

34.Kejahatan itu mengumpulkan kecelaan yang memalukan

35.Jika berharta, berniagalah dengan Allah dengan bersedekah

36.Janganlah kamu lihat siapa yang berkata tetapi lihat apa yang dikatakannya

37.Tidak ada percintaan dengan sifat yang berpura2

38.Tidak ada pakaian yang lebih indah daripada keselamatan

39.Kebiasaan lisan adalah apa yang telah dibiasakannya

40.Jika kamu telah menguasai musuhmu, maafkanlah mereka, kerana perbuatan itu adalah syukur kepada kejayaan yang telah kamu perolehi.

Aurat Wanita

Assalamualaikum wbt..


 Aurat Wanita dari Firman Allah dan Hadis-hadis Nabi


1. Bulu kening
Menurut Bukhari, "Rasullulah melaknat perempuan yang
mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta
supaya dicukurkan bulu kening." Riwayat Abu Daud FiFathil Bari.

2. Kaki (tumit kaki)
Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki
(atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang
mereka sembunyikan." An-Nur: 31. Keterangan: Menampakkan kaki dan menghayunkan/melenggokkan badan mengikut hentakan kaki.

3. Wangian
"Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian
kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium
baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina
dan tiap-tiap mata ada zina." Riwayat Nasaii, IbnKhuzaimah dan Hibban.

4. Dada
Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung
hingga menutupi dada-dada mereka. "An-Nur : 31

5. Gigi
Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi
atau meminta supaya dikikirkan giginya. "Riwayat
At-Thabrani, "Dilaknat perempuan yang menjarangkan
giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan
Allah". Riwayat Bukhari dan Muslim.

6. Muka dan leher
"Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan
janganlah kamu menampakkan perhiasan mu seperti orang
jahilliah yang dahulu." Keterangan: Bersolek (make-up)
dan menurut Maqatil sengaja membiarkan ikatan tudung
yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.

7. Muka dan Tangan
"Asma Binte Abu Bakar telah menemui Rasullulah
dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah:
Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah
berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan
kecuali pergelangan tangan dan wajah saja." RiwayatMuslim dan Bukhari.

8. Tangan
"Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu
lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis
yang tidak halal baginya". Riwayat At Tabrani dan Baihaqi.

9. Mata
"Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah
mereka menundukkan sebahagian dari pemandangannya." An Nur : 31. Sabda Nabi SAW, "Jangan sampai pandangan
yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya
boleh pandangan yang pertama, pandangan seterusnya
tidak dibenarkan." Riwayat Ahmad, Abu Daud danTirmidzi.

10. Mulut (suara)
"Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak
dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada
perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah
perkataan-perkataan yang baik." Al Ahzab: 32. Sabda
SAW, "Sesungguhnya akan ada umat ku yang minum arak
yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu kepala
mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi." Riwayat Ibn Majah.

11. Kemaluan
"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin,
hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan
menjaga kehormatan mereka. " An Nur : 31.
"Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu,
puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan
mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam syurga
daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya." Riwayat Al
Bazzar. "Tiada seorang perempuan pun yang membuka
pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia
telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah."
Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah.

12. Pakaian
"Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan,
maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari
akhirat nanti." Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasaii danIbn Majah. "Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah
perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang
yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk
melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan
tidak akan mencium baunya." Riwayat Bukhari dan
Muslim. Keterangan: Wanita yang berpakaian
tipis/jarang, ketat membentuk dan berbelah/membuka
bahagian-bahagian tertentu."Hai nabi-nabi katakanlah
kepada isteri-isterimu, anak perempuan mu dan
isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai
baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu
supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka
tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang." Al Ahzab : 59.

13. Rambut
"Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan
yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya
dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu
menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang
bukan mahramnya." Riwayat Bukhari dan Muslim.

RAHSIA KHUSYUK dalam SOLAT

Assalamualaikum wbt..

"Katakanlah: “Sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al An’am 6: 162)

Seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, sangat waro’ (hati-hati) dan sangat khusyuk sholatnya. Namun dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk. Maka ia selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih khusyuk dalam ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan kurang khusyuk.Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid (budak) bernama Hatim Al Isam dan bertanya, “Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan sholat ?”

Hatim berkata, “Apabila masuk waktu sholat aku berwudhu zahir dan batin.”

Hisam bertanya,”Bagaimana wudhu zahir dan batin itu ?”

Hatim berkata, “Wudhu zahir sebagaimana biasa, yaitu membasuh
semua anggota wudhu dengan air. Sementara wudhu batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara:

1. bertaubat
2. menyesali dosa yang dilakukan
3. tidak tergila-gila dunia
4. tidak mencari atau mengharap pujian orang (riya’)
5. tinggalkan sifat bangga
6. tinggalkan sifat khianat dan menipu
7. meninggalkan sifat dengki

Seterusnya Hatim berkata,”Lalu aku pergi ke masjid. Aku menghadap kiblat.
Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, surga disebelah kananku, neraka disebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula bahwa aku seolah-olah berdiri di atas titian jembatan Sirotol Mustaqim. Aku juga menganggap bahwa sholatku kali ini adalah sholat terakhirku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.”

Setiap bacaan dan doa dalam sholat kupahami maknanya, kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawadhu. Aku bertasyah-hud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersholat selama 30 tahun, sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” (QS. Al An’am 6: 79)

Isam mendengar dengan penuh takjub, menangislah dia karena membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.

Disebalik 5 jari


Assalamualaikum wbt.. 



Pelbagai hikmah dan tafsiran yang boleh diandaikan disebalik jari yang lima. Cuba perhatikan perlahan-lahan jari kita. Luruskan ia ke hadapan dalam keadaan terbuka. Renung dalam-dalam. Bukankah ia membayangkan kewajipan solat lima waktu?

Jangan diabaikan peringatan itu. Jika diabaikan seolah-olah kita kehilangan salah satu jari. Pastinya kehilangan itu menjadikan kita tidak sempurna dan banyak nikmat yang terlepas untuk dinikmati.

Jari Kelingking
Bermula dari jari kelingking yang kecil dan kerdil. Ia memberitahu kita bahawa manusia atau apa sahaja makhluk harus bermula daripada kecil kemudian besar dan terus membesar.

Itulah fitrah insane dan alam seluruhnya. Apa sahaja yang dilakukan harus bermula daripada kecil.

Saat ini ia mengingatkan kita pada usia kanak-kanak. Bak kata pepatah “melentur buluh biarlah daripada rebungnya”. Kegagalan mendidik di usia ini akan memberi kesan yang melarat di masa hadapan kelak.


Jari Manis
Pergi pula kepada jari kedua, jari manis namanya.

Begitu juga dengan usia remaja. Manisnya seperti jari yang comel mulus ini. Apatah lagi apabila disarungkan dengan sebentuk cincin bertatahkan berlian, bangga tidak terkira.

Ketika ini kita di alam remaja. Awas! Di usia ini kita sentiasa dibelenggu dengan pelbagai cabaran dan dugaan. Hanya iman dan takwa menunjuk jalan kebenaran.

Hari itu, kita sudah baligh dan mukalaf. Pastinya sudah dipertanggungjawabkan segala amalan di hadapan Rabbul Jalil kelak.

Persoalannya sekarang, adakah kita ini benar-benar bertanggungjawab? Atau sudahkah kita mengenali tanggungjawab? Atau berpura-pura tidak tahu tentang tanggungjawab? Atau memilih tidak mahu tahu langsung tentang tanggungjawab?


Jari Hantu
Kemudian naik kepada jari ketiga. Jari yang paling tinggi, jari hantu namanya.

Zaman remaja mula ditinggalkan. Alam dewasa kian menjengah. Di peringkat 30-an ini, kebanyakkan dari kita telah mempunyai personality dan status tersendiri, dengan ekonomi yang yang kukuh serta kerjaya yang teguh. Namun, kita mesti berhati-hati kerana di kala ini banyak “hantu pengacau” yang dating menggoda. Hantu hasad dengki, hantu ego, hantu tamak, hantu iri hati dan seribu macam hantu lagi. Kalau gagal mengawal emosi, lantas akan terus masuk ke jerangkap nafsu dan syaitan. Justeru, amal ibadat mesti dilipatgandakan.


Jari Telunjuk
Kita beralih kepada jari telunjuk. Jari inilah yang mengungkap satu dan keEsaan Allah s.w.t ketika bersolat.

Genggamkan kesemua jari dan keluarkan jari ini. Gagahnya ia sebagai penunjuk arah, menjadi contoh dan tauladan. Manusia yang berada di tahap usia ini hendaklah tampil sebagai model kepada generasi baru, pembimbing yang kaya dengan idea bernas dengan minda yang hebat.


Jari Ibu
Akhir sekali, renung ibu jari. Ianya besar dan pendek tetapi menunjukkan kematangan dan kehebatan yang membanggakan. Tugasnya membenarkan sesuatu dan menafsir pelbagai perkara. Bak kata orang Jawa “cap jempol” atau cap jari.

Buat generasi muda, rujuk dahulu kepada orang tua atau yang berpengalaman. Dengari nasihat mereka. Kemudian timbang-tara pendapat mereka. Sekiranya ia sejajar dengan syariat dan tidak menyimpang dari asas keimanan, maka patuhilah ia.

Nasihat mereka barangkali amat berguna. Dengan nasihat itu di belakang hari nanti, kita akan berasa bangga dan berkata “good” atau “yes” sambil menggenggam semua jari dan angkat ibu jari ke atas. Maka itulah rahsia kejayaan kita.

Akhirul kalam, cuba lihat sekali lagi jari anda kelima-limanya. Renung dan fikirkan dalam-dalam.

“Di manakah kita?” dan “Siapakah kita?”

BEKALAN TAQWA, LEMAH LEMBUT PENGHIAS SEGALA SESUATU

Assalamualaikum wbt..

"Dari Aisyah lah. a, dia berkata: Rasulullah saw pernah bersabda kepadaku:"Wahai Aisyah, hendaklah engkau bertaqwa kepada Allah Azza Wajalla dan lemah lembut. Kerana lemah lembut itu sama sekali tidak berada pada seuatu melainkan menghiasinya, dan lemah lembut itu sama sekali tidak terlepas dari sesuatu melainkan ia memburukkannya"
(Isnadnya Hassan, ditakhrij At- Tarmizi)

Wasiat yang sangat bernilai ini merupakan salah satu dasar penting yang membantu dalam kehidupan orang mukmin di dunia. Dasar taqwa, hendaklah engkau menciptakan satu perlindungan antara dirimu dan yang engkau takuti agar dapat menjaga dirimu. Takwa wanita muslimah kepada Tuhannya, hendaklah menjaga dirinya dari dimurkai Allah dengan cara melaksanakan perintahNya.

"Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepadaKu hai orang2 yang berakal"
(al-Baqarah: 197)

Sifat2 orang yang bertaqwa:

1. Beriman kepada Allah
2. Beriman kepada Malaikat
3. Beriman kepada kitab2 samawi yang diturunkan di sisi Allah.
4. Beriman kepada Rasul
5. Beriman kepada hari akhirat
6. Mendirikan solat
7. Menunaikan zakat
8. Memberi harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak2 yatim, prang2 miskin, dll.
9. Sabar tatkala mendapat penderitaan, kesempitan dan tatkala perang.
10. Menepati janji
11. Benar dalam keimanannya kepada Allah
12. Mengagungkan syiar2 Allah swt.
13. Menginfakkan (membelanjakan) harta dalam keadaan lapang dan sempit.
14. Menahan rasa marah, memaafkan kesalahan orang lain
15. Beriman kepada hal-hal yang ghaib.


Berkat bersifat taqwa:

1. Mengambil manfaat dari al-Quran dan petunjuk yang terkandung di dalamnya.
2. Kedudukan yang tinggi di sisi Allah pada hari kiamat.
3. Memperolehi syurga dan apa yang terkandung di dalamnya
4. Mendapat kecintaan Allah
5. Mendapat perhatian dari Allah
6. Memperolehi kejayaan
7. Hilang rasa takut, sedih, dan mendapat khabar gembira di dunia dan akhirat
8. Terbuka pintu keberkatan dan nikmat dari langit dan bumi.
9. Mendapat apa yang boleh membezakan antara yang hak dan bathil.
10. Mendapat perlindungan Allah
11. Keselamatan dari neraka pada hari kiamat
12. Berkumpul bersama-sama utusan Allah yang terhormat.
13. Kesudahan yang baik.
14. Keampunan dosa.
15. Persahabatan yang menguntungkan pada hari kiamat.
16. Berada di suatu teman yang aman.
17. Kemuliaan di sisi Allah.
18. Mendapat tempat yang disenangi di syurga.
19. Mendapat rahmat, hidayah dan maghfirah dari Allah.
20. Keluar dari kekhuatiran dan kesempatan di dunia dan akhirat.
21. Segala urusan dipermudahkan, segala kesalahan ditutupi dan pahalanya dilpatgandakan.
22. Selamat dari tipu daya orang-orang yang dengki dan iri hati.
23. Amalannya diterima oleh Allah.
24. Diterima secara ramah dan baik oleh malaikat pada hari kiamat nanti.

lah-Rifq ertinya sikap lemah lembut, wajah berseri dan lapang dada. Lemah lembut memiliki satu kelebihan dari akhlak2 lain. Maka Allah memberi pujian yang baik kepada orang yang memiliki sifat lemah lembut di dunia dan pahala yang melimpah ruah di akhirat. Sifat lemah lembut mempercantik orangnya dan memperindah di mata manusia di sisi Allah.

Maka jadikanlah sifat lemah lembut sebagai perhiasan dirimu wahai muslimah, yang dapat engkau terapkan terhadap anak2, suami dan tetanggamu. Jadikanlah ia sebagai jalan kehidupanmu agar dapat mencapai apa yang engkau kehendaki.



Al-Asma' pernah berkata dalam syairnya:

"Tak pernah ku lihat kelemahlembutan, Seperti dalam kehalusannya, Dia keluarkan anak-anak perawan, Dari tempat pingitannya, Siapa minta pertolongan, Dalam menyelesaikan urusan, Diapun bisa mengeluarkan binatang, Dari tempat persembunyiannya."

(Rujukan: 50 wasiat Rasulullah SAW untuk wanita)

BANYAK BERZIKIR HATI TENTERAM

Assalamualaikum wbt..


Pengertian zikir adalah mengingat Allah atau menyebut Allah. Jika seandainya kita selalu berzikir, sudah tentu kita selalu menyebut dan mengingati Allah.

Ketahuilah bahawa dalam Al-Quran banyak ayat yang menganjurkan supaya sentiasa berzikir kepada Allah seperti tertera dalam surah Al-Baqarah ayat 152 yang membawa maksud "Maka berzikirlah kamu akan Aku supaya Aku menyebut akan kamu dan syukurilah olehmu akan Aku dan jangan kamu ingkari akan (nikmat Ku)"

Dalam surah Al- Anfaaal ayat 45 turut membawa Maksud: "Ucapkanlah olehmu akan Allah dengan sebutan yang banyak supaya kamu beroleh kemenangan" Juga dinyatakan dalam surah Ar-ra'du ayat 28 yang membawa maksud: "Orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan zikrullah. Ingatlah hanya dengan mengingati Allah, hati menjadi tenteram"

Manakala Rasulullah pula bersabda: "Tidak duduk satu jamaah mengucapkan zikrullah, melainkan (di tempat itu) sudah dikelilingi malaikat yang dipenuhi rahmat dan diturunkan kepada mereka sakinah atau ketenangan hati".

Perlu diketahui pula jika sesaorang yang tidak pernah berfikir dan mengingati Allah, maka Allah akan menurunkan syaitan sebagai teman dalam hidupnya. Allah berfirman dalam Al-Quran surah Al-Araf ayat 204 bermaksud: "Barang siapa yang berpaling akan zikir kepada Allah, maka kami turunkan kepadanya syaitan yang terus menerus menjadi kawan seiring baginya".

Dengan demikian bertapa hikmah daripada zikir itu, disamping mendapat pahala daripada Allah. Bagi yang membaca hatinya akan menjadi tenteram dan penuh sakinah dalam kehidupannya.


Sumber: Akhbar Tempatan
Mutiara Kata: "Harta menjamin keselesaan dunia. Iman menjaminkan keselesaan akhirat"

Dashyatnya SAKARATUL MAUT!!! Bersediakah kita menghadapinya??

Assalamualaikum wbt..


Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata, "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar." (niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), "Keluarkanlah nyawamu !" Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya". (Qs. Al- An'am : 93).

"Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang". (H.R. Ibnu Abu Dunya).
Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Allah, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar. Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.

Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka'at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail. Maka bermohonlah ia kepada Allah Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Allah Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu kerumah Nabi Idris.


"Assalamu'alaikum, yaa Nabi Alloh". Salam Malaikat Izrail,

"Wa'alaikum salam wa rahmatulloh". Jawab Nabi Idris a.s.

Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail.

Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail. Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya "menghadap". Alloh sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja. Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan "tamunya" itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan.
"Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita". pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s).

"Subhanalloh, (Maha Suci Alloh)" kata Nabi Idris a.s.

"Kenapa ?" Malaikat Izrail pura-pura terkejut.

"Buah-buahan ini bukan milik kita". Ungkap Nabi Idris a.s. Kemudian Beliau berkata: "Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram".
Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan ? pikir Nabi Idris a.s.

"Siapakah engkau sebenarnya ?" tanya Nabi Idris a.s.

Aku Malaikat Izrail". Jawab Malaikat Izrail.

Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya.

"Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku ?" selidik Nabi Idris a.s serius.

"Tidak" Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.
"Atas izin Allah, aku sekedar berziarah kepadamu". Jawab Malaikat Izrail.



"Aku punya keinginan kepadamu". Tutur Nabi Idris a.s

"Apa itu ? katakanlah !". Jawab Malaikat Izrail.

"Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Allah SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku". Pinta Nabi Idris a.s.
Tanpa seizin Allah, aku tak dapat melakukannya", tolak Malaikat Izrail.

Pada saat itu pula Allah SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris a.s. Dengan izin Allah, Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat.

Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Allah SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali. Allah mengabulkan permohonannya. Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali.
"Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku ?" Tanya Malaikat Izrail.

"Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti". Jawab Nabi Idris a.s.

"Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu". Kata Malaikat Izrail.

MasyaAlloh, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s. Bagaimanakah jika sakaratul maut itu, datang kepada kita ?

Bersediakah kita untuk menghadapinya ?
Fikir-fikirkanlah dan teruskan berfikir...


Pesanan Taqwa : Kunjungan Mulia

Assalamualaikum wbt...


Seketika selesai solat Subuh... hati berdebar-debar. Sesekali terasa sesak... nafas terasa agak sukar untuk dilepaskan. Selesai solat, mata memandang ke langit... masih gelap tanpa sinaran mentari. Suasana sunyi sepi... tanpa suara. Seolah-olah alam berada dalam keadaan vakum. Beku dan kaku!

Nafas turun naik... masih sesak. Ajal sudah hampir? Mengucap!!! Asyhadu alla ilaha illallah... wa asyh hadu anna muhammadar rasulullah.... Ya Allah, tempatkan saya di tempat yang mulia.

15 minit berlalu... juga tanpa suara... Alhamdulillah, nafas masih mampu dilepaskan....bergiliran secara tertib menyedut oksigen... cukup melegakan! Alhamdulillah... hidup dapat diteruskan...

Bertafakur seketika... hati terdetik... Siapa? Ada tetamu akan hadir??? Siapa??? Mata memandang tepat ke taqwim Hijriyyah. Ya... Ramadhan akan hadir...

Ya Allah... itu tetamuku...tetamu yang kutunggu dan kunantikan... bukan sahaja saya.. tapi semua...

Ya, SEMUA MU'MIN.

Apa yang disediakan untuk menyambut tetamu mulia kali ini? Tak perlu perbaharui perabut... tak perlu baju baru... tak perlu disediakan makanan yang enak...

Tapi bersediakah yang bergelar mu'min ini menyambutnya dan melayan tetamu kali ini dengan amalan-amalan yang soleh... amalan para ambiya' dan muslimin yang awaail daripada kalangan para Sahabat dan Tabi'in.

JUGA...

Hati terdetik... Di mana Quran? Mampukah yang bergelar mu'min membaca...memahami dan beramal terutamnya di bulan mulia ini dengan segala panduan yang Allah berikan buat hamba-Nya menelusuri jalan dunia ini...?? Atau mungkin sekadar dijadikan hiasan?? Atau mungkin sudah berhabuk mashaf itu ??? Atau mungkin tidak tahu , dimanakah kali terakhir mashaf itu
disimpan..??

Mentari mula menzahirkan diri... sinarnya bisa menerangi seluruh alam... Tapi, alangkah sayang nya sekiranya kesilapan semalam diulang lagi untuk hari ni... dan hari-hari yang mendatang. Moga-moga kedatangan tetamu mulia kali ini disambut dengan sebaik-baik sambutan.

Air mata keinsafan mengalir lagi... Segera diseka.

Ya....masih banyak urusan yang perlu diselesaikan.....

Wallahua'lam

10 sikap buruk manusia yang dicela Allah

Assslamualaikum wbt..

SYEIKH Abdul Kadir Abdul Mutalib dalam buku tasauf Penawar Bagi Hati menjelaskan mengenai sepuluh celaan Allah kepada manusia akibat dari kelakuan dan tabiat manusia sendiri ketika menempuh kehidupan seharian.

Sepuluh celaan itu berdasarkan sepuluh sikap yang lazim dilakukan manusia iaitu:

1. Gelojoh ketika makan

Dalam erti kata lain, seseorang yang kuat dan tidak bersopan ketika makan. Sikap ini juga meliputi maksud makan terlalu kenyang, menyediakan makanan dalam jumlah yang berlebihan, yang akhirnya membawa kepada pembaziran.

2. Banyak bercakap

Allah mencela manusia yang suka bercakap perkara yang sia-sia, fitnah memfitnah, umpat keji dan kata mengata kerana semua jenis percakapan itu menjurus kepada permusuhan dan perbalahan sesama manusia.

3. Suka marah-marah

Kemarahan boleh membuat seseorang itu bertindak di luar batas kemanusiaan. Perbuatan marah akan diikuti dengan maki hamun, mengherdik dan perkelahian yang boleh mengakibatkan kecederaan atau pembunuhan.

4. Hasad dengki

Seseorang yang bersifat dengki sanggup melakukan apa saja dalam bentuk kejahatan atau jenayah. Perbuatan menipu dan sanggup memusnah hidup orang lain adalah antara sifat keji yang lahir dari perasaan hasad dengki. Rasulullah bersabda: 'Dengki itu memakan segala kebaikan' (riwayat Muslim).

5. Kedekut

Rezeki yang Allah kurniakan lebih suka disimpan hingga bertimbun banyaknya. Sifat kedekut menghijab (menutup) seseorang dari membelanjakan sebahagian dari hartanya ke jalan kebaikan termasuk menderma, membuat kebajikan ke jalan Allah dan membantu orang yang memerlukan.

6. Bermegah-megah

Ia termasuk sikap suka status atau jawatan, gelaran dan menerima sanjungan.

7. Cintakan dunia

Terlalu menghambakan diri kepada perkara duniawi hingga melupakan tuntutan ukhrawi. Rasulullah bersabda: "Bekerjalah kamu di dunia seolah-olah kamu akan hidup seribu tahun, dan beramallah kamu untuk akhirat seolah-olah kamu akan mati esok hari."
(riwayat Bukhari dan Muslim).

8. Ego atau sombong

Sifat membuat seseorang merasakan dirinya mempunyai kelebihan dalam banyak perkara dari orang lain hingga mereka lupa bahawa hanya Allah saja yang bersifat maha besar.

9. Ujub dan suka bangga diri

Perbuatan ini ada unsur megah dan sombong dengan kelebihan dan kepandaian yang dikurniakan Allah. Rasa bersyukur tidak ada lagi dalam diri kerana telah diselaputi perasaan ego.

10. Gemarkan pujian atau riak

Manusia jenis ini suka meminta dipuji dalam setiap perkara yang dilakukan. Sikap baiknya, jasa dan baktinya mahu dikenang sampai bila-bila. Ini jelas membayangkan bahawa sikap baiknya selama ini, tidak diiringi dengan kejujuran dan keikhlasan.

Sepuluh sikap yang dicela Allah ini, jika diamalkan, akan termasuk dalam kategori melakukan dosa besar.


10 JENIS SOLAT YANG TIDAK DITERIMA OLEH ALLAH S.W.T

Assalamualaikum wbt..

> >
> > Rasulullah S.A.W. telah bersabda yang bermaksud : "Sesiapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya,
  petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya,
  dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim)
> > Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa : "10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya :
> >
> > 1. Orang lelaki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.
> > 2. Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
> > 3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
> > 4. Orang lelaki yang melarikan diri.
> > 5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).
> > 6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
> > 7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.
> > 8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
> > 9. Orang-orang yang suka makan riba'.
> > 10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar."
> >
> > Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : "Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar,
    maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah." Hassan r.a berkata :
"Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat.
Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk." 

Nasihat al-Qamah: Lima cara pilih sahabat

Assalamualaikum wbt

NASIHAT yang boleh diikuti dalam membina persahabatan ialah sebagaimana
pesanan al-Qamah (seorang sahabat Rasulullah saw) kepada anaknya:

Pertama, pilihlah sahabat yang suka melindungi sahabatnya, dia adalah
hiasan diri kita dan jika kita dalam kekurangan nafkah, dia suka
mencukupi keperluan.

Kedua, pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan
untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, dia suka menerima dengan rasa
terharu, jikalau ia melihat kebaikan yang ada pada dirimu, dia suka
menghitung-hitungkan (menyebutnya).

Ketiga, pilihlah seorang sahabat yang apabila engkau menghulurkan tangan
untuk memberikan jasa baik atau bantuanmu, ia suka menerima dengan rasa
terharu dan dianggap sangat berguna, dan jika ia mengetahui mengenai
keburukan dirimu ia suka menutupinya.

Keempat, pilihlah sahabat yang jikalau engkau meminta sesuatu
daripadanya, pasti ia memberi, jikalau engkau diam, dia mula menyapamu
dulu dan jika ada sesuatu kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu,
dia suka membantu dan meringankanmu serta menghiburkanmu.

Kelima, sahabat yang jikalau engkau berkata, ia suka membenarkan ucapan
dan bukan selalu mempercayainya saja. Jikalau engkau mengemukakan
sesuatu persoalan yang berat dia suka mengusahakannya dan jika engkau
berselisih dengannya, dia suka mengalah untuk kepentinganmu.

Dalam memilih sahabat kita hendaklah memilih sahabat yang baik agar
segala matlamat dan hasrat untuk memperjuangkan Islam dapat dilaksanakan
bersama-sama sahabat yang mulia.

Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :
"Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan, Lidahmu basah dengan
berzikir kepada Penciptamu, Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan
Rabbmu, ..dan dosa-dosa yang silam d! i sulami dengan taubat kepada Dzat
yang Memiliki mu."

jom sama2 kita kurangkan..

Assalamualaikum wbt  :) 

Untuk peringatan diri saya dan kawan2

SIKAP suka mengumpat atau menceritakan keburukan dan kelemahan orang
lain dilaknat oleh Allah.

Mereka! yang bersikap demikian, secara disedari atau tidak mencela dan
mengaibkan orang lain yang hukumnya berdosa besar.

Ketika berbual, sama ada secara sengaja atau tidak, mereka menceritakan
keburukan ketuanya, jiran, saudara mara dan orang yang lalu di hadapan
mereka.


Firman Allah bermaksud: "Hai orang yang beriman, kalau datang kepada
kamu orang jahat membawa berita, periksalah dengan saksama supaya kamu jangan sampai mencelakakan suatu kaum yang tidak diketahui, kemudian kamu menyesal di atas perbuatanmu itu." (Surah al-Hujurat, ayat 6)


Sabda Rasulullah saw seperti yang diriwayatkan oleh Al-Thabrani daripada
Abu Hurairah bermaksud: "Yang paling dikasihi Allah antara kamu ialah
mereka yang baik akhlaknya, merendah diri, suka pada orang dan disukai
orang. Dan yang paling dimarahi Allah ialah mereka yang membawa fitnah,
mencerai beraikan di antara sesama saudara dan mencaci orang yang tidak
bersalah."

Imam al-Ghazal! i ada menyebut enam perkara yang mendorong seseorang itu mengumpat;

1. Ingin memuaskan hati disebabkan kemarahan yang memuncak hingga
sanggup mendedahkan keaiban dan kesalahan orang lain.
Jika kemarahan tidak dapat dikawal, ia boleh menimbulkan hasad dan
dendam;

2.Suka mendengar dan mengikuti perbualan orang yang menyerang peribadi
dan kehormatan seseorang;

3.Mahu bersaing dan menonjolkan diri dengan menganggap orang lain bodoh dan rendah;

4..Disebabkan dengki, dia iri hati dengan orang lain yang lebih
beruntung dan berjaya, seperti dinaikkan gaji dan pangkat;

5..Bergurau dan suka melawak untuk mencela dan mengatakan kelemahan dan kecacatan hingga mengaibkan orang lain; dan

6.Sikap suka mengejek dan mencela disebabkan rasa bongkak dan sombong
kerana memandang rendah orang lain.

Sehubungan itu, Imam al-Ghazali menyarankan lima perkara untuk
menghentikan sikap suka mengumpat, antaranya ialah;

#Har! us sedar dan insaf mengumpat dan memburuk-burukkan orang lain itu
berdosa besar;

#Sedar dan membetulkan kesalahan sendiri daripada menyalahkan orang; dan

#Hendaklah berasa malu apabila memperli kecacatan orang lain. Ini kerana
mencela kecacatan fizikal seolah-olah mencerca Tuhan yang menciptakan.

Nota: P/S:jom lar sama-sama kita buang tabiat asyik nak MENGUMPAT je
ni!!!

Bacalah Al-Quran

Assalamualaikum wbt..


"Ramai antara kita menyimpan sekurang-kurangnya senaskah al-Quran di bilik masing-masing. Mungkin hanya sebilangan kecil sahaja daripada bilangan yang ramai itu menjadikan alQuran sebagai bacaan harian. Sebahagian daripadanya mungkin sudah berbulan-bulan tidak menyentuhnya dan mungkin ada juga yang hanya menyentuhnya setiap kali hari jumaat sahaja.

Selebihnya mungkin menjadikan al-Quran sebagai perhiasan sahaja. Sebagai muslim, kita semua tahu akan keistimewaan dan ganjaran membaca al-Quran. Tetapi mungkin kerana kelemahan kita untuk menguasai bahasa arab menyebabkan kita tidak tertarik untuk membaca sesuatu yang kita tidak faham.

Kebaikan membaca al-Quran sangat banyak, di antaranya ialah; bagi orang yang membaca al-Quran dengan maksud untuk menghafalnya dan dilakukan dengan susah payah maka baginya dua kali pahala, iaitu pahala membaca dan pahala susah payah dalam menghafalnya. Manakala orang yang membaca al-Quran dengan lisan yang tertatih-tatih dan rasa susah (gagap) maka baginya dua pahala juga.

Dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah bersabda, ”Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka akan mendapat hasanat dan setiap hasanat mempunyai 10 kali ganda pahala. Aku tidak mengatakan bahwa ‘Alif Lam Mim’ itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (hari Tirmidzi)

Mungkin tidak ada masalah untuk membaca al-Quran pada masa iman tengah naik. Tetapi untuk menjadikannya sebagai rutin harian mungkin agak berat. Iman itu ada pasang surutnya. Antara cara mendorong diri supaya konsisten membaca quran ialah:

1. Jangan simpan Quran di tempat yang sukar dicapai. Letaklah di tempat yang selalu anda lakukan kerja atau di tempat yang senang dilihat supaya anda tidak lupa dan senang terdorong untuk membacanya. Contohnya anda boleh menyimpan Quran di atas meja belajar, sebelah komputer atau di kepala katil anda. Lebih mudah jika di simpan di tempat yang tidak memerlukan anda bangun dari kerusi anda. Maknanya simpan dekat dengan tempat anda duduk dan dalam capaian anda.

2. Jangan letakkan target yang luar biasa. Jika anda jarang-jarang membaca Quran, sudah cukup baik jika anda ‘aim’kan untuk membaca 7 baris ayat (setengah muka surat) setiap hari. Jangan sekali-kali cuba untuk membaca seberapa banyak ayat yang mungkin (jangan tertipu dengan semangat), tetapi berusahalah untuk melaziminya setiap hari walaupun sekadar beberapa ayat. Anda tidak dikira benar-benar berjaya jika mampu membaca 7 baris ayat tersebut, tetapi kejayaan yang sebenar ialah apabila 7 baris ayat itu sebati menjadi bacaan rutin harian anda. Setiap orang boleh meletakkan target masing-masing berdasarkan kemampuan diri.

3. Bermulalah dengan surah yang anda minati. Jika anda tidak tahu surah apa yang anda minat, saya syorkan anda mendengar (mp3) bacaan surah Yusuf oleh Syeikh Saad Said al-Ghamidi. Dapatkan ‘feel’ daripada alunan bacaannya. Kemudian bacalah bermula dari surah tersebut dengan menggunakan alunan lagu yang sama.

4. Bagi yang belum lancar bacaan, gunakanlah sedikit duit untuk membeli vcd bacaan Quran yang mempunyai visual ayat dan audio bacaan. Software ini sangat membantu untuk kita mengenal pasti cara bacaan yang betul. Rujuklah software ini apabila bacaan anda tersangkut atau anda tidak yakin bagaimana cara sebutan yang betul.

5. Kadang-kadang kita ada keinginan untuk membaca quran. Tetapi keinginan itu terbantut disebabkan rasa malas untuk ke bilik air mengambil wudhuk. Barangkali sejuk untuk membasahkan diri. Lawatilah www.quranflash.com. Gunakanlah paparan Quran yang cantik itu dengan sebaiknya. Anda tidak perlu bersusah payah untuk berwudhuk terlebih dahulu. Anda juga boleh membacanya pada bila-bila masa sahaja. Apa salahnya jika meluangkan sedikt masa anda di depan komputer untuk membaca quranflash ini. Untuk pengetahuan anda, setiap kali anda melayari quranflash, ia akan membuka paparan pada muka surat yang sama seperti mana ketika anda menutupnya. Jadi anda boleh melanjutkan bacaan anda secara konsisten sehingga surah yang anda baca itu tamat.

Semoga kita semua diberi kekuatan dan kesihatan oleh Allah untuk sentiasa mendengar, membaca, mempelajari dan mengamalkan isi kandungan al-Quran dalam kehidupan seharian.

p/s: Tahukah anda, masa yang diambil untuk membaca satu muka surat (15 baris ayat) dengan kadar (kelajuan) bacaan yang normal hanyalah 4 minit sahaja. Maknanya hanya 2 minit sahaja diperlukan setiap hari untuk membaca separuh muka surat daripada quran.

http://danialle.blogspot.com/